Bisnis Properti Masih Eksis
Pelaku bisnis tetap optimistis peluang usaha properti masih tetap terbuka lebar di tahun 2006. Keyakinan ini disandarkan pada masih banyaknya wilayah bisnis properti yang belum disentuh dan para usahawan masih mempunyai energi cukup untuk menggarap peluang tersebut. Para investor asing pun tengah menanti giliran menggarap sejumlah proyek besar yang disukai pasar. Apalagi pengusaha mendapat jaminan dari pemerintah untuk mengembangkan usahanya, membuat para pelaku usaha properti menjadi lebih optimis. Peluang bisnis paling terbuka di antaranya adalah, pertama, perumahan kelas menengah ke bawah. Kedua, rumah- rumah sederhana dengan harga Rp 75 juta-Rp 100 juta serta rumah- rumah sehat sederhana dengan harga Rp 45 juta sampai Rp 74 juta. Kalau untuk apartemen,boleh dipastikan mulai dilirik banyak pihak. Dan ditambah lagi, pusat perdagangan di sini mendapat sambutan pasar yang cukup gempita. Tetap terbukanya peluang bisnis properti otomatis memberi peluang bagi bisnis-bisnis pendukung, seperti konsultan dan ritel properti, riset, pialang, dan agen- agen properti. Industri-industri yang di antaranya berfungsi menopang bisnis ini, seperti industri semen, tegel, cat, besi beton, paku, kayu, seng, tambang pasir, toko-toko material, bahkan perbankan dan firma hukum, akan mendapatkan ruang usaha lebih leluasa
Bisnis Properti memang bisnis yang luar biasa. Harga setiap tahun tidak pernah turun, melainkan sebaliknya. Dari itu Bisnis Properti mempunyai cakupan usaha yang amat luas sehingga bergairahnya bisnis properti pada gilirannya akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja. Juga, properti akan menjadi indikator penting kesehatan ekonomi sebuah negara. Masih terbukanya peluang usaha / Bisnis Properti tampak jelas pada bidang usaha tertentu, yang bagi banyak kalangan sudah amat jenuh, misalnya mal, pusat perdagangan, dan apartemen. Para pemain properti mulai menggenjot untuk menjalankan bisnisnya. Namun, di sisi lain, para pengusaha mampu mengetahui di mana ceruk pasar yang masih bisa digarap.
Bisnis Properti ini akan lebih berkilau dan kompetitif ketika investor asing mengalir masuk. Hanya, harapnya, para pelaku bisnis properti hendaknya menyadari pula bahwa konsumen atau para pedagang selalu mudah terpukau oleh sesuatu yang baru, yang menarik, dan yang memberi banyak inspirasi. Masalah ini sebetulnya cukup mendapat perhatian para pebisnis, tetapi pengaplikasiannya yang tidak konsisten.
Pelaku bisnis tetap optimistis peluang usaha properti masih tetap terbuka lebar di tahun 2010. Keyakinan ini disandarkan pada masih banyaknya wilayah bisnis properti yang belum disentuh dan para usahawan masih mempunyai energi cukup untuk menggarap peluang tersebut. Para investor asing pun tengah menanti giliran menggarap sejumlah proyek besar yang disukai pasar. Apalagi pengusaha mendapat jaminan dari pemerintah untuk mengembangkan usahanya, membuat para pelaku usaha properti menjadi lebih optimis.
sumber : arsip.pontianakpost.com

Bisnis yang menghasilkan uang banyak ya bisnis property…asal ulet, keuntungan bisa besar..